Jaga Kualitas Air, Lakukan Screening Sampah di IPA Dekeng

INTELMEDIAUPDATE-BOGOR – Intake Ciherang Pondok (Cipon) di aliran Sungai Cisadane, saat ini masih menjadi tulang punggung bagi penyuplai air ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng. Menyalurkan air bersih kepada 80 persen pelanggan Perumda Tirta Pakuan.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf menjelaskan, bahwa untuk menjaga kualitas air yang diambil dari Intake Cipon, saat ini tengah berencana menambah pegawai harian.

Hal tersebut, lantaran banyaknya sampah yang mengalir di Sungai Cisadane selama musim penghujan.

“Kami sedang merencanakan penambahan tenaga harian untuk menangani persoalan di intake Cipon. Karena saat ini persoalannya itu bukan hanya sekedar kekeruhan air saja, tapi masalah sampah juga jadi persoalan,” jelas Ardani kepada wartawan, kemarin.

Selain menambah jumlah tenaga harian, lebih lanjut Ardani mengungkapkan kalau penyaringan sampah (screening) juga terus dilakukan di IPA Dekeng.

Dengan jumlah delapan gerbang penyaringan sampah yang ada di IPA Dekeng, Ardani pun menjamin kualitas air yang akan disalurkan kepada para pelanggar Perumda Tirta Pakuan akan tetap terjaga kualitasnya.

“Tentunya saat ini sub-departemen sumber air, tengah melakukan rutinitas terkait pembersihan sampah dan saat ini intensitasnya cukup tinggi di sungai Cisadane,” kata Ardani lagi.

Tak hanya itu, masih kata dia, bagusnya sistem komunikasi antara penjaga di Intake Cipon dan IPA Dekeng juga menjadi kunci agar kualitas air yang diproduksi oleh Perumda Tirta Pakuan tetap terjaga.

“Jarak dari Intake Cipon ke IPA Dekeng itu kan tujuh kilometer, jadi saat kondisi di intake lagi banyak sampah, itu langsung diinfokan ke IPA Dekeng. Jadi tim di IPA Dekeng bisa bersiap-siap,” tegas Ardani.

Sedangkan untuk menjaga kualitas air, Ardani mengungkapkan, jika Perumda Tirta Pakuan memiliki program pengerukan sedimentasi, yang dilakukan dua kali dalam setahun.

Yaitu pada pertengahan tahun bulan Juni dan akhir tahun bulan Desember.

“Jadi kita melakukan pengerukan dua kali dalam setahun dan ini sudah rutin untuk menjaga kondisi sungai agar tidak terjadi sedimentasi,” tutup dia.(jam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *