Aturan Gage Kota Bogor Dihentikan Sementara, Pendapatan Pelaku Jasa Parkir Lintasan Puncak Kembali Normal

CISARUA- Kemarin, Selasa (9/3/2021) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Bogor kembali diperpanjang selama 13 hari ke depan oleh Bupati Ade Yasin, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 443/202/Kpts/Per-UU/2021. Akhir pekan belum lama ini, Jalan Raya Puncak Cisarua tak lagi sepi dari pengunjung yang menggunakan kendaraan, terutama sejak dihentikan sementara pemberlakuan ganjil genap di Kota Bogor.

Hal ini seakan menjadi berkah bagi pelaku usaha di kawasan puncak. Salah satu yang merasakan “panen” dari kemacetan tersebut adalah Komunitas Penjaga Lingkungan Pemuda Pasanggrahan (KLPP). Mereka adalah kelompok pemuda yang berasal dari bekas karyawan hotel dan pelaku usaha dibidang wiraswasta, yang terpaksa banting stir karena usaha mereka gulung tikar karena dampak pandemic Corona.

Kepada media online ini, Ketua organisasi tersebut Ade Iskandar (43) atau biasa di sapa “Doyok” yang dahulunya seorang Tour Guide mengatakan, pendapatan mereka dari jasa perparkiran sedikit mengalami penurunan drastis.

“Biasanya dalam sehari berada di jalan selama 8 jam, kami mendapat keuntungan dari satu lokasi sekitar Rp.150.000,- Tapi semenjak diberlakukannya PPKM menurun hingga puluhan ribu rupiah,” kata ayah empat orang anak ini yang keseharaiannya menangguk rejeki di halaman Bank Mandiri, Cisarua.

Tapi, pekan lalu, setelah ditiadakannya sementara aturan ganjil genap di Kota Bogor, pendapatannya dari jasa parkir kembali meningkat. Menurutnya, hal itu karena mulai longgarnya lalu lintas kendaraan dari Kota Bogor menuju Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor saat akhir pekan.

“Saya berharap agar kebijakan pemerintah perihal menjaga masyarakat dari bahaya pandemi Covid – 19 berimbang dan tidak mengganggu perekonomian di kawasan selatan yang sangat bergantung pada sektor pariwisata,” ucapnya.

Pada tempat berbeda, Kodir (45), pelaku jasa parkir dilingkungan Ciawi juga berharap sama. Penuturannya, ganjil genap di Kota Bogor menjadi penyebab merosotnya pendapatan jasa parkir pinggir jalan.

“Pada Sabtu dan Minggu, belum lama ini, pendapatan parkir saya lumayan agak normal dibanding sewaktu ada aturan ganjil genap Walikota Bogor, Bima Arya. Harapan saya, kalau sudah ada PPKM Mikro, enggak perlu juga ada ganjil genap. Sebab, ganjil genap itu bukan mengusir Corona, tapi cuma menekan lalu lintas. Harusnya, kalau mau tekan Covid-19, Bima berlakukan dong setiap hari ganjil genap,” sentilnya. (Michael Abdullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *