TKSK Pamijahan Datangi Agen e – Warong Mutia, Ada Apa?

NiINTELMEDIAUPDATE.COM -Adanya pemberitaan Agen Mutia salur sembako BSP di luar Pedum, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Pamijahan, tindaklanjuti kroscek turun temui KPM dan agen tersebut. Minggu, (04/04/2021).

 

Kepada awak media ini, Jenal Fahir TKSK Pamijahan mengamini apa yang diberitakan. “Setelah saya temui beberapa KPM di Desa Purwabakti, ternyata betul apa yang diberitakan, bahwa KPM menggesek dan mengambil komoditi di Agen Mutia milik Omang yang berada di Kampung Pasar Senen Ciasihan,” ujar Jenal Fahir.

 

Masih menurut Jenal Fahir, dirinya pun sudah meminta klarifikasi Omang sebagai pemilik Agen Mutia,”Setelah saya konfirmasi ke pihak Bank Mandiri ternyata Agen Mutia milik pak Omang terdaftar sebagai agen penyalur Bansos, agen mandiri individu atau agen existing, ada sekitar 40 agen individu, dan pak Omang menyalurkan sembako atas permintaan KPM,”kata Jenal Fahir.

 

“Seharusnya pihak Bank Mandiri dan pihak agen juga memberitahu, agar kita bisa mengawasi dalam penyalurannya, karna kita juga dituntut membuat laporan berapa jumlah realisasi dan berapa yang tidak terealisasi atau bermasalah,”tegasnya.

 

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan ke Omang sebagai pemilik Agen Mutia, kalau komoditi sembako BSP diatur Pedum.”Saya meminta ke pihak Bank Mandiri agar memberikan sanksi pencabutan dari ke agenannya dan tarik mesin EDCnya,”tegasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Agen Mutia (Omang-red) melayani KPM menggesek KKS dan salur program BSP memberikan komoditi sembako diluar Pedum.

 

“Kita gesek dan ambil komoditi sembako di agen omang yang di Perempatan Pasar Senen Ciasihan, disitu mah gimana kita yang milih, untuk beras disitu takarannya liter bukan kilo,”kata KPM warga Kampung Cikuda Mulya, Rt.002/005 Desa Purwabakti Kec. Pamijahan, yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui dirumahnya, Sabtu, (03/04/2021).

 

“Kemarin kan Saldo masuk untuk dua bulan, saya ngambil beras 5 liter, telor ayam 1 kg, Sabun cuci 1 kg, Gula Pasir 2 kg, Minyak Goreng 3 bungkus (3 kg), Pasta gigi, Mie Instan,”

 

Senada, salah satu KPM yang lain menerangkan, “Kalau saya sih ngambil Beras, 2 karung (30ltr), Minyak Goreng 4 bungkus (4ltr), Kopi 1 pack, Gula pasir 1 kg, Terigu 1 kg, Rokok 2 bungkus, Mama Lemon 2 dan Jajanan Anak-anak,”ujar KPM.

 

Kepada awak media, mereka mengatakan, sudah dua kali ngambil di agen tersebut, saat saldo masuk bulan Febuari dan Maret. Terpisah saat dikonfirmasi di Kios agennya, Minggu, (04/04/2021), Omang pemilik agen mutia berkilah, menurutnya apa yang dilakukan sesuai rekomendasi dari pihak bank mandiri. “Kalau saya sih bebas KPM nya dari mana saja yang tidak mau menggesek di agen penunjukan desa, saya juga sebelumnya komunikasi dengan pihak Bank Mandiri kalau saya boleh menyalurkan program sembako,” kata Omang.

 

“Komoditi yang saya berikan itu juga sesuai rekomendasi dari pihak Bank Mandiri, saya juga ada beras, daging, sayur-sayuran itu diwarung sebelah, dan ini juga saya melayani keluhan KPM yang tidak mau menggesek di agen penunjukan desa, alasan mereka nilai tidak sama dengan nominal saldo yang mereka terima,” tegas Omang.

 

Kios agen mutia yang terletak di perempatan Kampung Pasar Senen Desa Ciasihan, terpampang reklame besar sebagai Mini ATM BRI, tidak ada penanda sebagai agen e-warong Bank Mandiri sebagaimana yang diatur dalam Pedum. (DP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *