oleh

Regu Teratai Bogut dan Cipta Mandiri Bogtim Rebut Juara Lomba Masak Non Pangan

KOTA BOGOR- Enam regu perwakilan dari masing-masing kecamatan se Kota Bogor, memenangkan Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal makanan Non Beras di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani II, Tanah Sareal, Minggu (18/9/2022).

Hasil dari penilaian juri yakni Dr Erik Suganda, dr Yuno Abeta Lahay, Suparti, Astrid Lazhada, dan Irvan Noor, kategori anak-anak, Juara I dimenangkan Regu Cipta Mandiri dari Kecamatan Bogor Timur, Juara II Lumbung Ratu Bogor Barat, Juara III Macan Merah Bogor Selatan.

“Sementara, kategori dewasa, Juara I Regu Teratai Bogor Utara, Juara II Macan Bogor Tengah dan Juara III Wacana Tanah Sareal,” kata Astrid.

Penyerahan hadiah disampaikan Ketua dan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yakni Dadang Iskandar Danubrata dan Syarif Sastra. Serta para juri, diantaranya Erik Suganda dan Yuno Abeta Lahay.

“Pemenang pertama mendapat hadiah Rp 1juta, kedua Rp750 ribu dan ketiga Rp500 ribu. Sementara, non pemenang mendapat hadiah Rp100 ribu. Tiap regunya, beranggotakan 4 orang,” imbuh Astrid.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menyampaikan, lomba cipta menu dan cipta kudapan ini bertujuan untuk menggerakkan dan membudayakan masyarakat untuk memakan potensi sumber karbohidrat yang dihasilkan dari selain beras.

“Sumber karbohidrat itu tidak hanya beras saja tetapi bisa dengan singkong, jagung, kentang, dan lainya,” imbuhnya.

Sementara, terpisah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan lomba masak non beras yang digelar secara serentak se Jabar tersebut merupakan tindak lanjut hasil identifikasi dan inventarisasi kegiatan Ekpedisi Trisakti ini dilakukan secara berkesinambungan.

“Salah satunya dengan menggelar Lomba Inovasi Menu Berbasis Pangan Lokal ini. Harapannya agar kreatifitas masyarakat meningkat dan mampu menciptakan kuliner nusantara berbasis kearifan lokal untuk ketahanan pangan keluarga dan sajian kuliner yang sehat, bergizi dan murah. Dengan Trisakti, maka Indonesia akan siap menghadapi ancaman jenis apapun,” tukas Ono.

Ono juga mengungkapkan kegiatan lomba ini terinspirasi oleh adanya warisan budaya kuliner nusantara yang telah dituangkan oleh Bung Karno dalam buku resep “Mustika Rasa”.

Selain itu, lanjutnya, lomba ini juga terinspirasi dari gagasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, bahwa politik berkaitan dengan urusan rakyat sehari-hari, termasuk urusan pangan yang dituangkan dalam buku “Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas”.

“Hasil resep-resep terbaik pada lomba ini akan dituangkan ke dalam kumpulan resep masakan asli daerah Jawa Barat, dengan modifikasi serta kreasi baru, mampu memiliki nilai cita rasa, estetika, dan kandungan gizi yang tinggi, serta nilai ekonomi sehingga berdampak pada kedaulatan,” tuntasnya. (Nesto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.