Warga Hentikan Pekerja Bangun Pondasi Tower dan Siap Demo, Kata Lurah Kertamaya Izin Masih Diproses

INTELMEDIA – Ditengarai belum berizin, tokoh masyarakat Kelurahan Kertamaya, Kota Bogor, Mamat menghentikan pengerjaan awal penggalian pembangunan menara telekomunikasi yang lokasinya berbatasan di RW 01 dan RW 08, berdekatan dengan Gelanggang Olahraga Mini (GOM). Mamat mengaku kecewa lantaran pihak penyedia Menara dinilai tak menepati janji kepada warga.

“Kekecewaan kami karena sebelumnya, pada bulan puasa lalu, warga sempat diminta tandatangan dengan janji kompensasi, termasuk untuk masjid. Namun, berbulan-bulan tak kunjung ditepati,” kata pria yang akrab disapa Bang R didampingi Ketua RT 02, RW 08 Kertamaya, Oman dan tokoh masyarakat setempat Sadi, Kamis (15/6/2023).

Puncak kekesalannya, saat mengetahui pekerja penyedia menara telekomunikasi tengah menggali lahan untuk tower.

“Kepada pekerja yang sedang menggali lahan untuk pondasi, kami minta hentikan pekerjaannya. Kami juga menduga, pengusaha tower bersama ini belum mengantongi izin resmi. Kami merasa tertipu, karena sebelumnya diminta tandatangan dengan janji kompensasi, juga masjid akan diberikan bantuan, ternyata tidak,” ucapnya yang diamini Oman dan Sadi.

Pekerja penyedia menara telekominikasi diminta stop pengerjaan saat akan membangun pondasi tower

Pembangunan menara telekomunikasi atau tower bersama tersebut dibangun diatas lahan milik alm Mamid, seluas 100 m2 dengan tinggi 42 meter, dengan status sewa. Merujuk pada payung hukum daerah yang berlaku, Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perubahan Perda Nomor 14 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Menara.

Pada Pasal 11 menyatakan, setiap orang atau badan yang akan mendirikan Menara harus memiliki IMB. Kemudian di pasal 12, setiap orang yang tidak memiliki IMB dilarang memulai melaksanakan pekerjaan.

“Jadi seharusnya jangan ada pekerjaan sebelum terbit izin. Jika pihak pengusaha tower tidak menepati janji kepada warga yang dimintai tandatangan sebagai syarat perizinan, serta ingkar memberi bantuan kepada masjid dilingkungan kami, warga akan menggelar aksi penolakan, berdemo,” tandas Mamat yang langsung disambut pernyataan setuju warga yang hadir di kediamannya.

Lokasi pendirian menara telekomunikasi

Dikonfirmasi secara terpisah melalui sambungan telepon, pada hari yang sama saat petang, Lurah Kertamaya Mega Julyanti Hutapea membantah penyebutan pembangunan menara telekomunikasi sudah berjalan. Soal perizinan, disebutnya saat ini memang tengah dalam proses.

“Belum ada pembangunan tower. Saat ini perizinan (tower) memang sedang dalam proses. Setahu saya tak ada warga protes. Semua baik-baik saja,” tukas Lurah Kertamaya. (Eko Octa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *