Upacara Adat Seren Taun Ciri Jati Diri Masyarakat Desa Malasari

Bogor – Puncak Seren Taun Masyarakat adat di Kasepuhan Malasari yang jatuh pada 21 Juli 2023 atau rutin dilakukan di minggu pertama pertanggalan Bulan Muharam, diwarnai serangkaian prosesi yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen kepada Sang Pencipta.

Upacara adat Seren Taun gambaran wujud persatuan dan kesatuan ditengah keberagamaan yang ada di Desa Malasari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rangkaian puncak acara Seren Taun, digelar secara khidmat penuh dengan nilai-nilai spiritual.

“Hari ini hari kedua, rangkaian kegiatan Seren Taun Masyarakat Adat Desa Malasari di tahun 2023. Dari kegiatan ini, sudah berjalan dari kemarin  kita melaksanakan kegiatan lomba MTQ tingkat Desa Malasari, adapun kegiatan di hari kedua ini tadi sejak pukul 8 pagi diadakan ritual adat Kasepuhan di tempat Kasepuhan Abah Udin,” ungkap Sekdes Malasari Ucu di lokasi Seren Taun, Jumat (21/07/2023).

Tradisi ini, sudah dilakukan secara turun-temurun dari nenek buyut warga Masyarakat Adat Malasari yang tidak diketahui kapan dimulainya. “Buyut kami yang disini itu bapaknya aja meninggal sekitar di tahun 1930-an. Berarti jauh sebelumnya itu sudah melaksanakan kegiatan ini,” tegasnya.

Masyarakat adat di Kasepuhan Malasari, Kecamatan Nanggung memiliki prinsip ‘Ngahiji Ngajadi Hiji, Tradisi Ngajati Diri’.

Prinsip itu dapat diartikan bersatu nya atau guyub tiga faktor dalam kehidupan pemerintahan dari tingkat bawah sampai tingkat pusat yaitu Kasepuhan (Kebudayaan), pemerintahan (pemimpin) dan ulama.

“Ada tiga faktor yang dapat membentuk kehidupan pemerintahan yang baik. Dari pemerintahan terbawah sampai tertinggi, di mana itu ada Kasepuhan (Kebudayaan), pemerintahan dan para ulama itu bersatu, ketika semuanya bersatu, guyub tidak akan ada lagi yang namanya perpecahan dan lain sebagainya,” ucap Ucu.

Acara Adat Seren Taun mendapat suport dan dukungan dari Pemerintahan Desa Malasari. Sebagai bentuk menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan ciri jati diri warga masyarakat Desa Malasari.

“Kegiatan Seren tahun ini juga menunjukkan jati diri khususnya Warga Malasari. Bahwa, Tradisi Ngajati Diri malasari itu seperti apa sih, dengan adanya apa adat atau budaya Seren Taun itulah menjadi ciri Malasari,” tegasnya.

Ucu melanjutkan, kedepan pihaknya akan menyusun kelembagaan Adat secara legal. “Jadi, sekarang kita lagi menyusun kembali lembaga adat, harapannya nanti punya legalitas ya, sementara ini kan belum ada kebetulan hari ini juga dari kemarin sudah hadir dari DPMD Provinsi Jawa Barat dari bagian dan itu memang sedang menjembatani, memfasilitasi untuk Bagaimana terbentuknya Lembaga Adat Kasepuhan tersebut dapat legalitas,

“Sebenarnya itu, dari desa ada SK Kades kemudian nanti ada perdes nya. Tapi secara aturan, dari provinsi mungkin nanti lebih jelasnya karena saat ini mungkin yang dari provinsi juga masih merancang.” ucapnya.

Laporan : Dipidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *