Dianggap Mengadukan Dugaan Penggelapan KIP, Sejumlah Orang Tua Murid Dipanggil Kepsek

Bogor – Beberapa orang tua siswa yang dianggap mengadukan tentang dugaan penggelapan dana KIP di SMPN 4 Leuwiliang kepada wartawan dipanggil pihak sekolah. Pemanggilan ini buntut dari kedatangan pihak wartawan ke sekolah untuk konfirmasi terkait kasus tersebut.

“Saya di panggil kesekolahan. Pernyataan kepala sekolah lieur, tidak sesuai harapan. Malah dia bilang saya gak pantes mendapat KIP, kan yang sekolah dan dapet KIP anak saya,” ucap orang tua murid inisial YL, kepada awak media, Sabtu (16/12/2023).

Bahkan menurutnya, kepala sekolah melihat Status Whatsapp salah satu orang tua murid terkait KIP dan menganggap telah melakukan pencemaran nama baik.

“Itu kemarin malah ngomongnya mau melaporkan mamahnya si Rahel. Soalnya buat status, UU ITE katanya, pencemaran nama baik, kan perasaan saya lihat SW temen saya tidak bawa-bawa nama sekolahan yang ditunjukan,” ungkapnya.

Namun menurutnya, pihak kepsek tidak jadi karena kasihan. “Yang pasti mah tidak bisa lah karena tidak ada bukti, walaupun dia ada screenshot status tapi tidak bawa-bawa nama sekolah yang di tuju,” ucapnya.

Sebelumnya, orang tua murid ini telah datang ke pihak Bank BRI untuk pencairan dana KIP, karena buku tabungan KIP anak nya tidak diberikan ke pihak sekolah saat diminta, dan, kesempatan itu pula dirinya mempertanyakan boleh atau tidak kartu dan buku tabungan di kolektif oleh pihak sekolah. ” Kemarin pihak bank bilang bahwa tidak boleh ada yang di kolektif di bank,” pungkasnya.

Laporan : Dipidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *