Ramalan Politik Dr Agus Surachman, Terduga Cawe-cawe Curang Pemilu akan Terkena Karma

INTELMEDIA – Akademisi Dr Agus Surachman, SH mengutip yang pernah diwartakan Tempo.co pada Rabu, 15 Mei 2019 silam melalui pemberitaan berjudul “Prabowo Menolak Penghitungan Pemilu Curang, Ini Pidato Lengkapnya” menyampaikan, Capres 02 pada Pemilu 2024 ini pernah mengungkap dugaan kecurangan. Karena itu, koalisi Jokowi dan Prabowo saat ini diprediksi tak bakal langgeng.

“Capres Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik dalam Simposioum Nasional Kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 Mei 2019 silam. Dalam pidatonya saat itu (red. Prabowo) disebutkan ajakan bagi pendukungnya menolak hasil Pemilu 2019 yang dinilai terjadi kecurangan,” kata Agus Surachman kepada pewarta, pada Selasa (26/3/2024).

Agus juga menunjukan pada keterangan waktu yang sama yakni 15 Mei 2019, pernyataan Prabowo juga jadi pemberitaan sejumlah media mainstream seperti kompas.com, hingga detik.com.

“Jadi, Prabowo tentunya masih memiliki kenangan saat jadi capres pada 2019 lalu, dengan pengalaman terduga pernah dicurangi oleh rivalnya saat itu yakni Jokowi yang ketika itu sebagai capres. Artinya, kemitraan politik saat ini antara Prabowo dan Jokowi itu terindikasi merupakan kemitraan taktis. Bukan strategis,” tandas pria yang juga Ketua Forum Kedaulatan Rakyat Kota Bogor (FKRKB).

Ia memprediksi, hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo tak bakal langgeng.

“Tentunya saat Jokowi tak lagi berkuasa nanti, Prabowo tentunya tak akan melibatkan lagi Jokowi dalam kebijakan politik. Terkait wacana koalisi besar partai yang disebut-sebut muncul nama Jokowi sebagai ketuanya, itu juga tak bakal berjalan nantinya. Meskipun andai nanti Jokowi jadi pimpinan Golkar,” analisa Agus.

Ia memperkirakan, Prabowo pasti akan mengingat dugaan pernah jadi korban kecurangan Jokowi pada pemilu 2019 silam.

“Hal itu yang nantinya akan membuat kemitraan Prabowo dan Jokowi tak bakal langgeng, karena Prabowo setidaknya pernah merasakan jadi korban kecurangan. Sama seperti saat ini, paslon 01 dan 03 pada Pemilu 2024 saat ini yang dicurangi,” tuturnya.

Terkait soal siapa manfaatkan siapa antara Prabowo dan Jokowi menurut Agus Surachman nantinya akan terjawab melalui perjalanan waktu.

“Prabowo memiliki dukungan parpol, sementara Gibran tidak. Nantinya saya tebak Jokowi akan menerima karma, sama seperti saat Jokowi melupakan asalnya, PDIP. Dan, pertanyaan mendasar kalau Pak Jokowi dalam keadaan tersudut, apakah, Jokowi akan mendeklarasikan ‘keadaan darurat’ dan ia akan tetap terus berkuasa,” tuntasnya. (Nesto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *