Ketum AIPBR: Kita Peduli dengan Baznas Kabupaten Bogor

IntelMedia – Semoga audiensi besok tidak diingkari sebagai kritik yang baik versi awak media, karena pada dasarnya kita peduli juga ingin membangun Kabupaten Bogor melalui Baznas.

Hal tersebut diungkapkan Aliv Simanjuntak selaku Ketua Umum Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) dalam rapat koordinasi pengurus AIPBR dalam rangka persiapan audiensi dengan BAZNAS Kabupaten Bogor yang rencananya digelar Rabu (29/5).

“Kita percaya bahwa dengan memperbaiki komunikasi, BAZNAS Kabupaten Bogor dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan memperoleh kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat, karenanya kita berharap kritik ini dapat diterima dengan baik dan menjadi bahan perbaikan demi kemajuan bersama,” ungkap Aliv, Selasa (28/5/24).

Dikatakan Aliv, beberapa pertanyaan yang akan kita sampaikan diantaranya tentang transparansi dan akuntabilitas mengenai laporan keuangan setidaknya 2 tahun terahir, “Kita ingin memastikan transparansi dalam laporan keuangan apakah juga dilakukan melalui prosedur audit internal dan external”.

Kita juga ingin mengetahui tentang bagaimana dana zakat, infak dan shodakoh disalurkan kepada yang berhak secara tepat. Apakah ada mekanisme untuk memverifikasi bahwa penerima manfaat benar-benar memenuhi kriteria mustahik sehingga dapat dikatakan tepat sasaran.

“Dalam pelaksanaannya di lapangan tentu tidak selalu mulus, maka kita ingin mengetahui apakah ada kesalahan mungkin kelalaian petugas yang tercatat dalam penyaluran dana selama 2 terakhir dan bagaimana kesalahan tersebut ditangani, dan apakah ada kasus penyalahgunaan dana yang teridentifikasi, jika ada, tindakan apa yang diambil terhadap pelaku,” Imbuh Aliv.

Tidak kalah penting, lanjut Aliv, adalah standar Operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan zakat, “Kita mau tahu apakah ada kasus di mana SOP tidak diikuti, dan bagaimana hal itu diatasi, apa langkah-langkah yang diambil BAZNAS Kabupaten Bogor untuk mencegah kesalahan administratif di masa depan”.

“Kita juga akan mempertanyakan tentang bagaimana BAZNAS Kabupaten Bogor mengukur kepuasan penerima manfaat (mustahik). Apakah ada survei atau feedback mekanisme yang digunakan, dan bagaimana penanganan keluhan dari mustahik yang merasa tidak puas dengan pelayanan atau bantuan yang diberikan,” lanjutnya.

“Tentang komunikasi dan transparansi kepada publik, kita ingin menanyakan bagaimana BAZNAS Kabupaten Bogor menginformasikan kepada publik tentang alokasi dan penggunaan dana zakat. Apakah ada saluran komunikasi terbuka untuk masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kinerja BAZNAS,” imbuhnya lagi.

Tentang Pengawasan dan Pembinaan, Aliv berencana mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab untuk mengawasi operasional BAZNAS di tingkat Kabupaten Bogor. Apakah ada dewan pengawas independen yang memonitor kegiatan dan kinerja BAZNAS. Jika ada, bagaimana hasil pengawasannya.

“Kita juga akan bertanya tentang apakah ada semacam program pelatihan dan pembinaan yang diberikan kepada amil zakat untuk memastikan mereka memiliki kompetensi yang diperlukan. Bagaimana evaluasi kinerja amil dilakukan, dan apakah ada konsekuensi bagi amil yang tidak memenuhi standar kinerja,” lanjut Aliv.

Tentang program kerja dan efektivitasnya, Aliv berencana mempertanyakan indikator keberhasilan program yang dijalankan, bagaimana BaZNAS mengukur dampak dari program tersebut, “Kemungkinan kita akan meminta contoh program yang paling sukses dan bagaimana program tersebut memberikan manfaat nyata bagi mustahik.

Tidak kalah penting menurut Aliv adalah pengembangan dan inovasi, apakah ada inovasi atau pengembangan baru yang diterapkan oleh BAZNAS Kabupaten Bogor untuk meningkatkan pengelolaan zakat, bagaimana BAZNAS Kabupaten Bogor beradaptasi dengan teknologi dan perkembangan digital dalam pengelolaan zakat.

Hal ini semua perlu kita sampaikan karena sejauh ini, kita melihat ada jarak komunikasi yang cukup signifikan antara pemimpin BAZNAS dengan masyarakat. Pertanyaan yang muncul adalah “ada apakah gerangan?” Mengapa pemimpin BAZNAS terlihat enggan berkomunikasi langsung dengan masyarakat? Komunikasi yang baik adalah kunci dalam menjalankan organisasi yang transparan dan akuntabel, terutama dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. (Aipbr/DidiS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *