Surat Terbuka Untuk Kemendikbudristek RI, Keluhan Wali Murid Kegiatan ‘Kunjungan Siswa ke Luar Kota’

INTELMEDIAUPDATE.COM – Semoga Bapak Menteri senantiasa diberi Kesehatan dan kelancaran dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Saya doakan agar Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI yang Bapak pimpin selalu lancar dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Merujuk pada Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945 Pasal 28 E ayat 3 yang mengamanatkan“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Dan Undang-Undang Nomor 9 tahun1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat Di MukaUmum Pasal 2 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara, secara perorangan atau kelompok menyampaikan pendapatsebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasidalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oleh karena itu ijinkan saya menyampaikan kegelisahan di masyarakat bawah yang saya dengar langsung dari curahan hati orang tua tua/wali murid. Kebetulan yang melakukan curahan hatiini, tidak hanya satu atau dua saja, tapi banyak yang mengaminidan mengiyakan. Dimulai dari suatu sore, ketika saya berbicaradengan teman saya yang kebetulan adalah pengemudi Ojek online, dia bercerita bahwa terpaksa harus melakukan pinjamanonline (pinjol) karena di sekolah anaknya akan diadakan kunjungan wisata ke kota lain dan diharuskan membayarsebesar Rp.700.000 dan wajib untuk  membayar, meskipun jikaanak yang bersangkutan tidak ikut. Dengan kata lain, program ini adalah keharusan, karena siswa yang bersangkutan ikutmaupun tidak harus bayar. Padahal untuk kehidupan sehari-harisaja dia sudah sulit, tapi sebagaimana kita ketahui bahwa apa-pun instruksi sekolah itu seperti sakral bagi anak maupun orang tua, dan harus dituruti. Maka bagaimanapun caranya orang tua/wali murid harus mengusahakan dana tersebut,bagaimanapun caranya, termasuk melakukan pinjol yang dikemudian hari menjadi beban tersendiri karena terjerat hutangyang berbunga.

Setali tiga uang, hal ini juga terjadi pada penjual nasi kuning langganan saya yang kebetulan single parent/janda. Setiap sekolah mengadakan kegiatan Wisata keluar kota haruspusing pinjam kesana-kesini, karena Ibu ini tidak mau, anaknyasampai di bully disekolah karena tidak bayar kegiatan tersebut. Dilain sisi, jika berkaca pada waktu saya bersekolah ditahun1990-an, kegiatan wisata luar kota ini dilaksanakan biasanyapada penghujung tingkat misalnya kelas 6 SD, 3 SMP atau 3 SMA. Namun kenyataan sekarang berbeda, kunjungan luar kotadiadakan setiap akhir semester. Ada wali murid yang kritismenyampaikan ini pada Komite maupun kepada pihak sekolahlangsung, akan tetapi dijawab oleh pihak sekolah “kami mengadopsi kurikulum merdeka, sesuai anjuran Kemendikbud, kami merdeka melakukan kegiatan apapun, kalau tidak sukadengan sekolah ini, silahkan pindah” dalam opini saya, artinyalandasan berpikir mereka adalah berdasar ‘Kurikulum merdeka’

Oleh karena keadaan dilapangan dan diskusi-diskusitersebut maka ijinkan saya meminta kepada Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk :

1. Mengavaluasi kurikulum merdeka yang sudah berjalan.

2. Sosialisasi kepada pihak sekolah arti makna dan filosofidari Kurrikulum merdeka.

3. Berkomunikasi pada setiap sekolah baik langsungataupun melalui dinas di daerah agar memperhatikanmengenai kegiatan diluar sekolah yang berbayar agar tidakmemberatkan orang tua/wali murid.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai denganTugas Kemendikbudristek “menyelenggarakan urusanpemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmupengetahuan, dan teknologi untuk membantu Presidendalam menyelenggarakan pemerintahan negara.” Oleh karena itu saya sangat mengharapkan tanggapan positifBapak Menteri terkait dengan rekomendasi di atas dalamrangka memberi perlindungan pada orangtua/walimuriddan masyarakat secara lebih luas. Demikian rekomendasiini saya sampaikan, semoga dapat menjadi pertimbanganBapak Menteri. Atas perhatian dan kerjasamanya sayaucapkan terima kasih.

Dengan Hormat

Dr. Slamet Riyadi SH.,SHum., MSi.

(Pernah Belajar Kebijakan PublikDi Hongaria, dan Pernah jadi Guru Honorer di Sekolah Negeri Selama12 Tahun) email :slameetriyadi24@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *