Terkendala Cuaca Menjadi Penghambat Pembangunan Stasiun Maseng

BOGOR – Paska terjadinya tanah longsor yang menimpah Stasiun Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kontraktor pembangunan memiliki kendala dan berpacu dengan kondisi alam sekitar, Jumaat (21/06).

“Kalau dari kami 3 bulan itu disegn final sesuai denga prediksinya, kita ajuin disegn nya terlebih dahulu agar tidak gagal,” ungkap PIC PTB Bandung, Hattata Putra.

Menurutnya, dengan keterlambatan pengerjaan bangunan Stasiun Maseng akibat bencana alam, pihaknya telah memberikan surat teguran kepada pihak ketiga.

“Kita juga sudah bersurat kepada kontraktor agar segera diselesaikan dan kita juga sudah rapat dengan direktorat sarana prasarana untuk membahas terkait design serta dari pusat meminta untuk di ditelkan terlebih dahulu,” paparnya.

Ia memaparkan, adanya kendala dilapangan terkait penanganan stasiun akibat pengajuan design yang beberapa waktu lalu belum mendapatkan persetujuan dari Kemertian Perhubungan.

“Kita minta konsultan perencana untuk melakukan design ulang, karena akibat longsor sehingga di design ulang,” jelansya.

Saat ini pihak konsultan perencanaan yang menangani Stasiun Maseng meminta kelonggaran waktu untuk mendesign ulang kontruksi bangunan yang tertimpa tanah longsor.

“Kalau dari target sebetulnya tanggal 20 Juni, cuma kemarin adanya finalisasi secara ditel jadi konsultannya minta waktu lebih,” tegasnya.

Semntara itu, pemenang tender PT Ambria Rahma Putri Selaras Sarsanto Sidi mengatakan, kendala dari penanganan bangunan stasiun akibat bencana alam, adanya perubahan design bangunan.

“Intinya dari bulan Januari sampai sekarang, itu harus melakukan kajian ulang dan konsultannya harus mengitung ulang serta sisi perkuatannya seperti apa agar saat dikerjakan kontruksi kuat,” ujarnya.

Menurutnya, selain design dirinya juga memiliki kesulitan saat kembali melaksanakan kegiatan, sebab, saat mengerjakan terjadi gempa bumi dan hujan deras.

“Itu juga akibat dari cuaca dan kita juga sonding dengan BPBD bahwa selama beberapa bulan ini ada sekitar 9 kali gempa bumi,” paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan siap bertanggung jawab serta kembali membangunan stasiun maseng. Namun, membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan kajian kontruksi.

“Kami siap setelah adanya kajian dari konsultan dan kita juga sudah ada dua design yang diajukan dan itu nanti di kaji lagi mana yang layak digunakan untuk diajukan ke Pusat,” jelasnya.

Selain itu, paska terjadinya bencana alam pihaknya sudah melakukan beberapa langkah dan upaya agar longsoran tidak merambat.

“Proses itu memang memakan waktu dan kita sudah melakukan penanganan sementara sudah kita laksanakan tapi untuk penanganan permanan membutuhkan waktu yang cukup lama,” tuntasnya.

 

Laporan : Dipidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *