Wanhai Dorong Rest Area Puncak jadi Ikon Kabupaten Bogor

IntelMedia Tokoh masyarakat sekitar Puncak yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal, sangat menyayangkan dengan Rest Area Puncak yang menghabiskan dana puluhan miliar rupiah tidak berjalan dengan baik.

“Sebagai tokoh masyarakat harusnya Sayaga ini bersosialisi terkait fungsi rest area. Rest area ini bukan uang kecil, mungkin puluhan miliar diperuntukkan untuk masayarakat,” kata Wawan Haikal.

Ia menyebutkan fungsi rest area tersebut adalah untuk orang-orang beristirahat. Tetapi fungsi Rest Area Puncak saat ini adalah even tahunan dan pasar malam. Sehingga tidak dapat menarik pengunjung banyak.

“Hari ini rest area fungsinya ada dua. Pertama, even tahunan Dinas Pariwisata. Yang keduanya, pasar malam. Harusnya PT Sayaga bisa lebih inovasi membuat kegiatan-kegiatan yang bisa menarik banyak pengunjung,” paparnya.

Menurutnya, rest area ini berbeda dengan pasar, yang mana rest area ini diberlakukan apa yang menjadi masukan dari para pedagang.

Politisi Golkar itu menjelaskan Rest Area Gunung Mas ini bisa menjadi ikon Kabupaten Bogor dan bisa menjadi pendapatan daerah Kabupaten Bogor.

“Iya atuh bisa menjadi potensi pemasukan daerah. Sudah ramai, brand-nya sudah oke, baru berlakukan karcis. Ini mah belum apa-apa sudah dikarcis duluan,” katanya.

“Ini mereka (para pedagang, red) pindah ke resta area bukannya untung malah rugi. Kasih dulu bahwa rest area salah satu ikon yang digagas Pemkab Bogor,” tambahnya.

Di sisi lain, Wawan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan kerja sama dengan Agro Wisata Gunung Mas untuk membuka akses jalan keluar lewat Rest Area Gunung Mas.

“Kerja sama bagi hasil kan sudah sistem satu jalur Gunung Mas tuh. Biar pengunjung dari Gunung Mas itu mengunjungi rest area,” ujarnya.

“Sekarang kalau kerja sama dengan agro wisata, berapa ratus mobil yang akan melalui Rest Area Puncak, kan sama-sama pelat merah,” tuntasnya.

Sementara itu, PT Sayaga akan menyiapkan sejumlah fasilitas. Di antaranya wisata menyerupai Batu Night Spectacular di lokasi Rest Area Puncak.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri, mengaku saat ini pihaknya sangat siap dengan kedatangan para pedagang dan pengunjung.

“Kalau kami sudah siap menerima pedagang. Memang kan bicara rest area itu kalau semua harus sempurna nggak mungkin lah,” kata Supriadi Jufri, Kamis (20/6).

“Ada beberapa tahapan tapi ini sangat siap, tinggal memang pedagang ini kan belum mau pindah ya. Tapi mungkin mudah-mudahan kalau pemerintah pindahkan, ini bisa berjalan lah,” tambahnya.

Supriadi juga mengaku ke depan pihaknya akan mengadakan beberapa fasilitas untuk menarik pengunjung.

“Kalau ini (rest area) berkembang justru pasar malam akan ditambah untuk fasilitas yang sifatnya wahana permainan,” jelasnya.

“Nah, tambahnya, mungkin kita sedang mengajukan tapi nggak tahu lah gimana nanti PTPN. Mudah-mudahan bisa membuka peluang penambahan area untuk wisatanya. BNS (kayak pasar rakyat yang ada lampu-lampunya, red) tapi itu menarik pengunjung. Jadi intinya apa pun yang sifatnya menarik pengunjung kita akan lakukan,” harapnya.

Selain itu, Supriadi juga mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan juga akan diberikan kepada para pedagang melalui retribusi gratis.

“Fasilitas hanya kios, kemudian fasilitas yang lain kita sedang berusaha bagaimana caranya supaya tempat itu ramai. Mungkin di awal-awal tiga bulan pertama semua fasilitas free dulu (air, listrik, parkir),” ungkapnya.

Sementara itu, terkait permohonan sejumlah pedagang, Supriadi mengaku pihaknya mencoba mengakomodasi keinginan para pedagang, sehingga para pedagang pun dapat berjualan dengan nyaman di rest area yang telah disediakan Pemkab Bogor. (MTP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *